Jumat, 06 Maret 2015

fernando manurung




mempercayaimu adalah sebuah penyesalan

Apa memang harus putus kita?
Persaan mu semakin jauh, dan mungkin aku mulai jenuh dengan kata mengalah
Lelah itu yang membuat aku menyerah
Tak mampu lagi aku menahan penatnya amarahmu.
Capek !!!
Hanya kata itu yang  tinggal di dalam hatiku.
Pertengkaran karena hal yang sangat sepele, dan  hal yang besar kamu sepelekan.
Berdamai lah sedikit saja dengan amarah dan egomu, agar aku dapat bertahan lama di dalam hatimu
Kata makian yang akhir-akhir ini sering ku dengar dari bibirmu

Terasa seperti luka bakar di daun telingaku

Air mata inipun tak ingin lagi jatuh, dan ku berharap  butiran-butiran air mata itu dapat memadamkan api yang berkobar di sanubari akibat ucapan dan kelakuanmu padaku
Mungkin aku tak dapat  kau jadikan obat penenang gelisahmu
Dan benar saja, aku tidak ada artinya dalam hidupmu
Walaupun kamu ku anggap satu-satunya hal yang terindah dari segala yang ku punya
Fernando,
Cintailah aku dengan cara membuatku bahagia
Atau pergi saja secara perlahan tanpa menyakitiku
Aku kan baik-baik saja dan aku tau kamu pun begitu seiring waktu
Bertahan dengan kasih sayang dan menyanyangi
Itulah salah satu yang ingin kurasakan saat kita jauh
Pertengkaran apa ini?
Dan saat kau memaki ku apakah kau puas?
Apakah  kau merasa lebih baik  dan tenang?
Atau bahagiakah dirimu selepas kata-kata itu keluar dar mulutmu
Adilkah untukku?
Pantaskah perasaan dan pengorbanan yang ku lakukan ini untukmu
Kau takkan pernah berubah sampai kapan pun itu
Walaupun kamu telah kehilanganku
Mungkin kau takan pernah menyadarinya
Cinta itu ada kadar luarsanyaaa
Mungkin bisa saja aku yang berubah secara perlahan
Apakah kau pernah memikirkan perubahan itu?
Rasanya itu menyakitkan,
Seperti yang ku rasakan ini padamu.
Dan kata apapun itu yang ku katakan padamu takkan pernah mengubah caramu mencintaiku
Apapun yang ku lakukan takan bisa membuatku berati di hidupmu
Jadi, masih bisakah aku berlama-lama tinggal di dalam hatimu
Menunggu dan sabar dengan mawar kering di kepalan tanganku?
Air mata pun takan mampu mebuat bunga itu segar kembali
Walaupun ku siram dengan  darah sekalipun takkan  merubah sesuatu apapun
Fernando, sampai saat ini masih ku lakukan yang terbaik dariku untukmu
Fernando, ketahuilah disaat kita kan benar-benar berpisah dan aku takan lagi ada buatmu
Aku takkan pernah menyesali hal itu
Karna aku pernah berjuang demi rasa yang perlahan meracuni ku
Karna aku selalu mecoba melalukan hal yang terbaik buatmu
Sebelum racun itu membunuhku
Biarlah aku terbiasa, tanpa racun yang kau katakan penawar luka dan itu yang  sering kau sebut cara menyayangiku?
Ubahlah caramu mencintaiku, atau biarkan aku yan berubah dengan menjauh
Agar kamu tau rasa sakit yang benar-benar sakit
 agar kamu rasa apa itu yang  namanya KEHILANGAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar